Home / Berita Umum / TNI AL Menanggapi Kayu Ilegal

TNI AL Menanggapi Kayu Ilegal

TNI AL Menanggapi Kayu Ilegal – Balai Penegakkan Hukum (Gakkum) Sulawesi Kementerian Lingkungan Hidup Kehutanan (KLHK) menindaklanjuti persoalan kapal pembawa kayu ilegal yg di tangkap TNI Angkatan Laut (AL) di perairan Teluk Kulisusu, Kabupaten Buton Utara. Kapal mengangkut kayu olahan yg disangka datang dari area di lokasi

Waktu ini KLM Tawaqqal Jaya yg kayu olahan kurang lebih 73 mtr. kubik diamankan di POM TNI AL Kendari. Buat membeberkan modus operandi peredaran hasil kayu, TNI AL Kendari udah bekerjasama dengan Balai Gakkum KLHK Lokasi Sulawesi buat melaksanakan langkah penyelidikan penyidikan faedah membeberkan ada tidaknya tindak pidana kehutanan.

Kepala Balai Gakkum KLHK Lokasi Sulawesi, Muhammad Nur, pihaknya segera bergerak cepat mengatasi persoalan Meskipun dalam keadaan cuti libur Lebaran, pihaknya udah memerintahkan penyidik KLHK di Pos Gakkum Kendari buat menindaklanjuti hasil tangkapan TNI AL.

” Tiap-tiap pengaduan pelanggaran bakal direspon dengan cepat sebagai usaha buat merawat kedaulatan sumberdaya alam kita buat hidup kemakmuran rakyat “, tegas Nur dalam tercatat, Rabu (13/6/2018).

Oleh lantaran itu, menurut Nur, persoalan illegal logging itu diusut dituntaskan. Pihaknya tengah mengusut siapa otak pelaku intelektual, sebagai yang miliki modal supaya mempertanggung-jawabkan kelakuannya.

Penyidik KLHK Pos Gakkum Kendari Balai Gakkum Sulawesi udah melaksanakan kontrol Kapten Kapal berinisial LR 5 orang ABK KLM Tawaqqal Jaya pada Selasa (12/6/2018), faedah membeberkan tindak pidana kehutanan.

Atas dugaan perbuatan sekelompok tindak pidana kehutanan jadi banyak pelaku terancam melaksanakan tindak pidana kehutanan seperti ditata dalam pasal 88 ayat (1) huruf ” a ” jo pasal 16 UU No. 18 th. 2013 berkenaan Pencegahan Pemberantasan Perusakan jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, dengan ancaman pidana penjara paling singkat 1 th. paling lama 5 th. denda paling sedikit Rp. 500 juta paling banyak Rp 2, 5 miliar.

About admin