Home / Berita Umum / Pasangan Kekasih di Blitar Kompak Maling HP Bermodus Jadi Pembeli

Pasangan Kekasih di Blitar Kompak Maling HP Bermodus Jadi Pembeli

Pasangan Kekasih di Blitar Kompak Maling HP Bermodus Jadi Pembeli – Pasangan kekasih di Blitar ini kompak mengerjakan perbuatan pencurian. Dengan modus berpura-pura jadi konsumen, mereka share andil kala mengerjakan laganya.

Tetapi kala apes datang, perbuatan pasangan kekasih bernama Indra Tutut Basuki (39) serta Dewi (35) ini selanjutnya terekam CCTV serta kedua-duanya lantas mesti punya urusan dengan polisi.

Perbuatan mereka selesai dalam sesuatu toko perabotan bayi di Desa Sidorejo, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar. Hasil dari rekaman CCTV kelihatan ke dua pemeran menginginkan telpon seluler punya karyawan toko bernama Mugiyanti (19).

Korban lantas memberikan laporan peristiwa ini terhadap polisi dengan bekal rekaman CCTV dari toko tempatnya bekerja.

” Karyawan toko memberikan bukti rekaman CCTV apabila pasangan itu udah mengambil HP-nya. Peristiwanya 31 Agustus lebih kurang waktu 11. 30 WIB, ” jelas Kapolresta Blitar AKBP Adewira Negara Siregar terhadap wartawan di Mapolresta Blitar, Jumat (7/9/2018).

Dari rekaman CCTV tersebut, polisi lantas bekerja mengerjakan penyelidikan. Satu diantaranya pemeran selanjutnya sukses tertangkap di lokasi Tulungagung, ialah Indra. Indra juga mengelabuhi polisi dengan mengakui jadi penduduk Dusun Sukobanteng, Desa Karangsuko, Kecamatan Jarakan, Trenggalek, walaupun sebenarnya sesuai data di e-KTP-nya, pria ini didapati beralamat di Dusun Langkapan, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar.

” Yg wanita atas nama Dewi. Ini infonya adalah penduduk alamat Desa Ngunut Tulungagung. Sekarang belum juga tertangkap. Kami bisa informasi paling akhir yg terkait melarikan diri ke Kalimantan, ” ujar Adewira.

Modusnya, lanjut Adewira, pasangan kekasih ini berboncengan naik sepeda motor terus berpura-pura berubah menjadi calon konsumen. Kala si wanita pura-pura menentukan barang, si lelaki ambil HP punya karyawan yg di letakkan didalam etalase toko yg tak digembok. Mereka terus mengemukakan tak ada barang yg sesuai kemauannya, terus tinggalkan toko.

” Karyawan toko ini baru sadar sehabis mencari HP-nya tak berada pada etalase. Korban lantas menyaksikan rekamam CCTV. Nah disana terekam bila pengunjung berpasangan barusan yg ambil HP-nya, ” jelasnya.

Dalam perkara ini, ikut ditangkap barang untuk bukti seperti tiga HP beragam brand, sebuah kaos warna abu abu serta satu unit sepeda motor Yamaha Vixion warna merah. Polisi juga mengamankan sebuah kepingan CD yg terdapat rekaman CCTV.

Kedua-duanya dijaring dengan perkara tindak pidana pencurian dengan pemberatan sama seperti disebut dalam clausal 363 KUHP dengan ancaman hukuman maksimum tujuh tahun penjara.

About admin