Home / Berita Umum / Fatwa MUI Di Gunakan Untuk Menjerat Meiliana

Fatwa MUI Di Gunakan Untuk Menjerat Meiliana

Fatwa MUI Di Gunakan Untuk Menjerat Meiliana – Pengadilan Negeri (PN) Medan, Sumut menjatuhkan hukuman 18 bulan penjara pada Meiliana. Meiliana dinilai kerjakan penistaan agama sama dengan Masalah 165 KUHP lantaran berkeberatan volume azan.

Putusan PN Medan itu tdk ada mendadak. Salah satunya dasarnya ialah ada Fatwa MUI di masalah itu. Selanjutnya Fatwa MUI yang dilansir dari gugatan jaksa, Kamis (23/8/2018) :

Ketentuan Nomer : 001/KF/MUI-SU/I/2017 tanggal 24 Januari 2017 perihal Penistaan Agama Islam oleh Saudari Meiliana di Kota Tanjungbalai.

Memastikan :
Fatwa perihal Penistaan Agama yang dilaksanakan oleh Saudari Meiliana di Kota Tanjungbalai.

Pertama :
Peraturan hukum :

a. Azan yang dikumandangkan di mesjid ialah syariat agama Islam yang dikumandangkan menjadi isyarat masuk waktu sholat serta atau memerintah umat Islam untuk melakukan sholat.

b. Ucapan/ujar yang diungkapkan oleh Sdri Meliana atas nada azan yang datang dari mesjid Al-Maksum Jalan Karya Kota Tanjungbalai Pada tanggal 29 Juli 2016 PERENDAHAN DAN PENISTAAN TERHADAP SUATU AGAMA ISLAM.

Ke-2 :
Referensi :

a. Pada pihak Kepolisian untuk lekas menindaklanjuti proses penegakan hukum atas saudari MELIANA sesuai aturan serta perundang-udangan yang laku.

b. Pada seluruhnya umat Islam, utamanya golongan muslimin Kota Tanjungbalai dihimbau tidak untuk terpropokasi serta kerjakan aksi-aksi anarkis dan biar konsisten mengawasi kondusifitas kerukunan serta toleransi antar umat beragama di Kota Tanjungbalai ;

c. Pada seluruhnya Umat Islam, utamanya golongan muslimin Kota Tanjungbalai biar menyerahkan proses hukum semuanya pada pihak yang berwajib dalam merampungkan problem ini sesuai hukum serta perundang-undangan yang laku.

Fatwa diatas diputus oleh Komisi Fatwa MUI Propinsi Sumatera Utara dalam rapat mulai 3 Januari 2017-24 Januari 2017 tinggal di Area Rapat MUI Provinsi Sumatera Utara Jalan Maj Jalan Majelis Ulama No. 3/Sutomo Ujung Kota Medan. Rapat itu di hadiri oleh ahli bhs serta hukum dan Komisi Fatwa MUI Provinsi Sumatera Utara serta dalam hari Selasa tanggal 24 Januari 2017.

Nah, atas basic Fatwa MUI itu, polisi melanjutkan prose hukum Meiliana ke penuntutan. Jaksa menuntut Meiliana sepanjang 18 bulan penjara serta diamini oleh PN Medan pada 21 Agustus 2018.

About admin