Home / Berita Umum / Agus Supriatna Di Kawal Tiga Profos

Agus Supriatna Di Kawal Tiga Profos

Agus Supriatna Di Kawal Tiga Profos – Eks KSAU Marsekal (Purn) Agus Supriatna menyambangi KPK. Agus, yg memakai kacamata hitam, datang berbarengan pengacaranya.

Agus tiba di KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (3/1/2018) pada waktu 09. 27 WIB. Dia turun dari mobil Toyota Alphard berwarna hitam dengan berapa orang.

Ada 3 orang yg memakai setelan jas serta 3 petugas provos. Pada mereka, didapati di antaranya pengacara Agus, Pahrozi. Agus sendiri memakai pakaian biru muda dengan celana hitam serta jaket hitam juga kacamata hitam.

Kala disapa, Agus cuma melempar senyum. Dia juga tak menjawab kala di tanya bakal di cek utk siapa, serta membalas dengan senyuman sembari membereskan kacamata hitamnya.

Agus lantas masuk ke area tunggulah. Waktu 09. 35 WIB, dia lantas beranjak menuju tangga ke lantai 2. Rombongan yg datang berbarengan dia awalannya turut sampai ke pangkal anak tangga. Akan tetapi mereka tertahan sampai selanjutnya cuma Agus serta 3 petugas KPK yg naik. Agus kelihatan membawa map berwarna biru kala menuju area penyidikan.

Terlebih dahulu Agus udah 2 kali di panggil KPK utk jadi saksi dalam persoalan pengadaan helikopter AW-101 dengan tersangka Direktur Paling utama PT Diratama Jaya Mandiri Irfan Kurnia Saleh.

Akan tetapi dia tak sempat datang lantaran pengacaranya menyampaikan Agus lagi tengah mobilisasi beribadah umrah. Dia di panggil pada 27 November serta 15 Desember 2017.

” Client kami belum pula dapat datang lantaran masihlah laksanakan beribadah umrah. Tetapi kelak apabila beliau udah kembali, kami bakal konfirmasi kembali. Semestinya kelak apabila beliau udah berada pada Indonesia, kami bakal berikan pada penyidik utk penuhi panggilan KPK, ” ucap Pahrozi di KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (15/12/2017) .

Dalam persoalan itu, KPK bekerjasama dengan POM TNI. Ada lima tersangka yg diputuskan POM TNI.

Dari pihak sipil, KPK memastikan Irfan menjadi tersangka pertama dari swasta pada Jumat (16/6) . Irfan dikira meneken kontrak dengan Augusta Westland, perusahaan joint venture Westland Helicopters di Inggris dengan Agusta di Italia, yg nilainya Rp 514 miliar.

Disamping itu, utk kontrak pengadaan helikopter dengan TNI AU, nilainya tambah Rp 738 miliar, maka ada potensi kerugian keuangan negara seputar Rp 224 miliar. Akan tetapi sekarang POM TNI serta KPK masihlah tunggu penghitungan kembali kerugian negara oleh BPK.

About admin